Ini resiko yang dihadapi Ikhe, ibu pendonor ASI dari Semarang

750x500-ini-resiko-yang-dihadapi-ikhe-ibu-pendonor-asi-dari-semarang-170426s

Kebaikan yang dilakukan Ervian Ikhe Widowati dengan memberikan ASI miliknya telah membantu banyak bayi di beberapa kota. Namun demikian niatan baiknya tersebut bukannya tanpa resiko.

Ikhe, sapaan karibnya, menuturkan bahwa yang meminta ASI pada dirinya bukan hanya berasal dari Kota Semarang. Beberapa warga Kabupaten Wonogiri dan Brebes bahkan tertarik meminta air susunya. Sekali kirim ke luar kota biasanya dalam jumlah yang lumayan besar.

“Sekali kirim terdapat 60 botol sekaligus yang dikemas dalam kotak stereo foam berlapiskan alumunium foil,” turut dia, Rabu (26/4).

Untuk mencegah penyalahgunaan donor ASI, ia hanya memberikan air susunya kepada bayi yang sakit, bayi kembar, bayi yang ibunya meninggal dunia dalam persalinan, bayi prematur serta ibu yang tak bisa menyusui bayinya akibat meminum obat sesuai anjuran medis.

Syarat lainnya, para penerima ASI wajib melampirkan fotokopi KTP, KK dan akta kelahiran anaknya. Hal ini dimaksudkan agar database penerima ASI jelas serta dapat menjalin silaturahmi antara kedua belah pihak.

“Yang penting bayinya harus berjenis kelamin perempuan,” tegasnya.

Hal tersebut ditegaskan Ikhe untuk menghindari hukum perkawinan dalam agama Islam di mana bayi orang lain yang disusuinya nanti berubah jadi anak sepersusuan. “Bayi cowok boleh tapi kalau kondisinya sangat terpaksa sekali,” ungkapnya.

Dengan menyumbangkan air susunya, ia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa wanita karir sepertinya juga masih mampu menyusui tanpa putus. Apa yang ia lakukan sekaligus jadi peringatan bagi para ibu muda yang belakangan ini gemar memberikan susu formula dari pada air susu eksklusif.

“Memberi air susu eksklusif bisa meningkatkan imunitas bayi sekaligus memulihkan kesehatan kita pasca melahirkan,” ujar Pegawai Disdukcapil Demak ini.

Namun, pemberian air susu kepada bayi-bayi yang membutuhkan bukan tidak mendapat hambatan. Ia mengatakan kerap mendapat cibiran. Di Semarang sendiri tak banyak perempuan yang mau mendonorkan air susunya.

Terpisah, ketika dihubungi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Daroji mengatakan donor ASI dalam hukum Islam masih diperbolehkan. Asalkan jika sang ibu sedang sakit atau si bayi dalam kondisi membutuhkan asupan gizi.

“Memang tidak dilarang. Tapi pendonor ASI harus berhati-hati jangan sembarangan memberikan air susunya. Sebab kalau air susunya diberikan kepada bayi orang lain, secara otomatis dalam hukum perkawinan Islam sudah terikat jadi anak sepersusuan. Artinya bila kelak sudah dewasa nanti, si bayi ini tidak bisa menikah dengan anak dari pendonor ASI. Sudah jadi hubungan sedarah,” kata Daroji.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s