Menko Darmin soal kritik ekonomi RI: Itu memang di tingkat G20

menko-darmin-soal-kritik-ekonomi-ri-itu-memang-di-tingkat-g20

Jurnalis sekaligus analis ekonomi asing, Jake van der Kamp mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia. Dari hasil penelitiannya, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik seperti yang diungkapkan oleh Jokowi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution angkat suara terkait hal tersebut. Menurutnya, ucapan yang dimaksud Jokowi adalah yang terbaik ketiga di dunia di tingkat G20.

“Tapi kalau di G20, iya (tertinggi ke tiga). Apa yang harus ditanggepin. Memang kalau dari presiden itu tabelnya G20,” kata Darmin di kantornya, Rabu (3/5).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, yang dimaksud Jokowi bukan pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia melainkan tertinggi ketiga di tingkat G20.

“Kan slide-nya disebutkan di dalam G20. Jadi (harusnya) dia baca, dia lihat, (baru) kemudian berkomentar,” kata Sri Mulyani

Menurut Jake van der Kamp, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru kalah jauh dari India, bahkan masih kalah dengan Mongolia, Timor Leste dan Papua Nugini untuk kawasan Asia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang ketiga di dunia, setelah India dan China,” kata Presiden RI Joko Widodo. Ketiga di dunia, benarkah itu? Dunia yang mana?” kata Van der Kamp.

Khusus untuk wilayah Asia dia menghitung 13 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan Indonesia yang hanya 5,02 persen.

Antara lain India (7,5), Laos (7,4), Myanmar (7,3), Kamboja (7,2), Bangladesh (7,1), Filipina (6,9), China (6,7) Vietnam (6,2), Pakistan (5,7), Mongolia (5,5), Palau (5,5), Timor Leste (5,5) dan Papua Nugini (5,4).

“Tentunya Indonesia merupakan negara padat dengan 261 juta rakyatnya. Kami tidak bisa benar-benar membandingkannya dengan seperti Timor atau Palau. Jadi mari kita tarik garis di angka 200 juta orang atau lebih,” lanjutnya.

Dengan begitu hanya ada enam negara di dunia, khususnya untuk pertumbuhan ekonomi, Indonesia berada di posisi paling bawah dari keenamnya jauh di belakang India, China dan Pakistan.

Van Der Kamp meminta Jokowi tak mengumbar fakta yang salah. Dia menemukan, layaknya banyak politikus seluruh dunia, angka produk domestik bruto atau GDP selalu dipakai untuk mengungkap pencapaian terbaik mereka, padahal belum tentu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s