Polisi bongkar prostitusi ABG via online Rp 1 juta di Balikpapan

polisi-bongkar-prostitusi-abg-via-online-rp-1-juta-di-balikpapan.png

Tim Opsnal Sub Direktorat IV/Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Timur menangkap seorang perempuan yang diduga sebagai pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Ade Yaya Suryana mengatakan pengungkapan itu dilakukan di sebuah karaoke dan hotel di Kota Balikpapan, Rabu (2/5).

“Tim Opsnal Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim pada Rabu (2/5) menangkap seorang perempuan berinisial DA yang diduga melakukan eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak di bawah umur,” kata Ade Yaya Suryana ketika dihubungi dari Samarinda, Jumat (5/5). Seperti dilansir Antara.

Pengungkapan kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur itu, kata Ade Yaya Suryana, berdasarkan laporan masyarakat terkait kegiatan prostitusi dan TPPO di tempat karaoke dan hotel di Balikpapan.

“Pengungkapan itu berdasarkan laporan masyarakat kemudian tim Opsnal Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di beberapa tempat karaoke dan tempat hiburan malam di wilayah Balikpapan. Dari penyelidikan itulah kemudian tim menciduk DA,” terang Ade Yaya Suryana.

Perempuan pelaku TPPO anak di bawah umur itu, lanjut Ade Yaya Suryana, melakukan aksinya dengan cara menawarkan perempuan yang masih di bawah umur melalui telepon genggam dan media sosial miliknya.

“Dari pemeriksaan, tersangka mengaku mendekati perempuan di bawah umur, kemudian menawarkan langsung kepada teman-teman pria yang berminat dengan tarif Rp 1 juta sekali kencan. Bahkan tersangka juga langsung mengantarkannya ke hotel sebagai tempat pertemuan,” tutur Ade Yaya Suryana.

Barang bukti yang berhasil disita dari pengungkapan tersebut tambah yakni uang hasil transaksi yang disita dari DA Rp 2,8 juta serta dokumen akta kelahiran dan kartu keluarga dari korban.

Polisi kata Ade Yaya Suryana masih terus mengembangkan kasus itu dengan memeriksa secara intensif. DA terancam dijerat pasal 88 Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Perubahan Atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 296 KUHPidana juncto Pasal 506 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp 200 juta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s