‘Bukan, Google itu bukan burung’

bukan-google-itu-bukan-burung

Sore itu Babulal Singh Neti sedang duduk bersama pamannya untuk membujuk dia agar mau menggunakan internet. Neti mengatakan ada banyak keuntungan dapat diperoleh dari Internet.

Dengan mengetik kata kunci di situs pencari Google, dia bisa mengetahui cerita tentang dewa-dewa Hindu, suku, kasta Yadav dan Gonds, hingga teori nyata bahwa bumi itu bulat.

Namun sang paman yang sudah seharian bekerja di ladang mengatakan Internet tak ada gunanya dan lagipula dia tidak bisa membaca. Dia lebih memilih untuk tidur siang dan mengabaikan penjelasan Neti sambil menguap lebar.

“Apa artinya Google? Apa itu burung?” tanya pamannya dengan mata setengah tertutup.

“Bukan, Google itu bukan burung,” jawab Neti.

Neti kemudian menjelaskan betapa asyiknya mengakses pengetahuan lewat Internet. Dia mengajak pamannya berhenti bekerja sebagai petani dan memintanya agar bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat yang tujuannya membantu penduduk desa dengan memproduksi dan memanfaatkan konten daring dalam bahasa ibu mereka, seperti dilansir laman the Telegraph, Senin (22/5).

20170522143907-1-babulal-singh-neti-002-pandasurya-wijaya.jpg

Desa tempat tinggal Neti merupakan tempat yang terpencil dari dunia luar. Selama 70 tahun sejak India merdeka, pemerintah telah mencoba untuk menghubungkan Taradand, Negara Bagian Madya Paradesh, India bagian tengah dengan dunia luar.

Tidak ada jaringan telepon, hanya ada beberapa rumah yang dialiri listrik, dan tempat perawatan medis masih terbilang sangat minim di sana. Bahkan, jalan beraspal baru muncul pada 2006 lalu.

Kedatangan Internet di India membawa harapan baru bagi rakyat. Mereka yang biasa bekerja di lahan menganggap ini sebagai terobosan peradaban. Upaya Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk memperluas penggunaan internet berbuah hasil.

“Anda bisa menyebut saya kambing hitam. Itulah saya. Saya tidak peduli karena ini adalah era internet. Suatu hari semuanya akan mengikuti zaman,” kata Neti riang.

Kini, orang-orang muda di sana mulai menggunakan internet. Sebagian besar memanfaatkan itu untuk mengakses film-film Bollywood. Namun, orang-orang tua di sana masih menganggap internet sebagai hal tabu dan bahkan bisa mempengaruhi perilaku anak-anak muda karena pornografi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s