Penasihat hukum minta eksekusi mati dukun santet dilakukan di Jatim

Eksekusi mati terpidana mati I Putu Suaka, seorang dukun santet di Bali ditetapkan tahun ini. Hanya saja soal kepastian waktu, Kejari Amlapura maupun penasihat hukum terpidana belum tahu.

Penasihat Hukum I Made Ruspita mengatakan yang mengetahui kapan kepastian dieksekusi mati adalah Kejari Amlapura, Karangasem.

Kata dia, proses eksekusi mati terhadap kliennya itu kemungkinan besar akan segera dilakukan. Namun pihaknya juga menyadari karena ini eksekusi mati maka persiapannya juga memakan waktu.

“Ya cukup berat, JPU harus menyiapkan rohaniawan, menentukan tempat dan waktu eksekusi termasuk nantinya memenuhi apa permintaan terakhir terpidana sebelum dieksekusi mati,” ujarnya.

Ruspita mengaku semua persiapan sudah dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan keluarga dan Bendesa Adat Menyali, Desa Sawan, Buleleng.

“Bendesa Adat dan warga Desa Menyali sudah siap dan mau menerima jenazah Putu Suaka pascaeksekusi mati. Untuk biaya upacara nanti ditanggung pihak keluarga,” beber Ruspita.

Hanya saja pihaknya memohon agar eksekusi mati kliennya itu sebisa mungkin dilaksanakan di Jawa Timur, seperti di Madiun atau Banyuwangi.

Seperti diketahui dukun santet asal Singaraja ini divonis mati atas kasus pembantaian keluarga polisi di Dusun Gamongan, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, 29 Januari 2008.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s