Buntut konflik yayasan di Yogya, guru tak digaji selama 4 bulan

Sejumlah sekolah yang berada di bawah Yayasan Bhinneka Tunggal Ika (BTI) terpaksa terusir dari bangunan sekolahnya karena konflik internal. Saat ini SD dan SMP yang ada di bawah pengelolaan yayasan BTI terpaksa mengungsi untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajarnya ke Pendopo Ndalem Notoprajan, Senin (17/7). Pendopo Ndalem Notoprajan sendiri merupakan bangunan kepunyaan salah seorang kerabat Kraton Yogyakarta yaitu KRT Poerbokusumo.

Di hari pertama para pelajar bersekolah usai libur Lebaran dan libur kenaikan kelas, para pelajar terpaksa mengungsi karena bangunan sekolah mereka diakuisisi oleh pengurus yayasan. Selain itu, konflik internal yayasan juga membuat para guru tak mendapatkan gaji selama beberapa bulan belakangan ini.

Seorang guru SMP BTI, Wi Martayadi (29) mengatakan dirinya sudah dua bulan tak digaji, yaitu di bulan Mei-Juni 2017. Martayadi mengatakan bahwa permasalahan gaji guru sudah terjadi mulai tahun 2016 lalu.

“Gajinya tidak hanya terlambat. Gaji guru sejak 2016 juga ada pemotongan setiap bulannya. Besaran pemotongan hampir 20 persen dari gaji,” ungkap Martayadi, Senin (17/7).

Maryadi menuturkan bahwa tak pernah ada penjelasan dari pihak yayasan terkait pemotongan maupun keterlambatan gaji. Selain itu keputusan pihak yayasan, lanjut Maryadi juga kerap dianggap kontroversial. Sehingga jumlah guru yang tadinya berjumlah 48 guru saat ini hanya tersisa 18 orang.

Sedangkan menurut seorang guru lainnya, Nikolas Damar (25), mengungkapkan bahwa para guru pernah mengirimkan surat kepihak yayasan dengan tujuan menanyakan dan meminta penjelasan terkait masalah gaji. Tetapi, hingga saat ini surat yang dikirimkan oleh para guru tak pernah mendapatkan jawaban dari pihak yayasan.

“Ada guru yang sampai empat bulan tidak digaji, sejak bulan April lalu. Yayasan tidak memberikan penjelasan apa permasalahan yang sebetulnya terjadi. Saya berharap oknum yang mengakuisisi yayasan BTI mau duduk bersama dengan wali murid dan guru untuk mendiskusikan penyelesaian masalah. Kalau begini terus yang rugi murid dan guru,” terang Damar.

Hingga berita ini diunggah, pihak pengurus yayasan yang dianggap tak transparan dan menyebabkan konflik belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi, kedua pengurus tersebut tak mengangkat sambungan telepon untuk konfirmasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s